Monday, November 25, 2019

Cerita Skripsi #2

Setelah bergelut dengan sekian banyak dialektika permulaan skripsi, akhirnya aku maju ke dosen pembimbing dua. Jaraknya lumayan jauh. Dosen satu ACC judul di bulan September dan aku baru mulai memberanikan diri menemui dospem dua pada bulan November. Jauh sekali hehehe...

Bukan tanpa sebab. Aku termakan anggapan teman-teman seangkatan yang juga menjadi mahasiswa bimbingan dospem dua. Kata ini itu, ribet dan mempersulit. Akhirnya pemikiran ini membelengguku untuk melanjutkan ghiroh skripsiku. sok berghiroh ya~

Bulan November ini akhirnya aku memberanikan diri untuk menemui dengan bersiap dengan segala resiko. Tentu saja skripsi ini harus dihadapi. Sebelum bimbingan, aku pun mempersiapkan segala hal, mulai dari bacaan hingga data.

Sebelum masuk ruangnya, aku menarik napas berkali-kali dan mencoba meyakinkan diriku untuk terus maju serta jangan kalah dengan pikiran negatif.

"Pak, apakah sedang sibuk?"
"Enggak Mas, gimana-gimana?"
"Ini Pak saya ingin diskusi (aku sengaja menggunakan kata ini agar pak dospem ini bertanya siapa apakah saya mahasiswa bimbingannya) tentang penelitian saya,"
"Dospemmu siapa?"
"Bapak"
"Gimana-gimana Mas, kamu mau neliti apa to?"
"Motif pendirian media online besutan mahasiswa Pak,"
"Kenapa ambil ini?"
"Jadi, saya resah Pak terkait.........bla, bla, bla..."

Setelah menjelaskan panjang lebar, ia pun mulai mengernyitkan dahi.

"Kalau motif terlalu gampang Mas buat kamu. Coba komparasi saja. Misal Pers Mahasiswa pra dan pasca reformasi. Jadi nanti kamu akan..... Baca buku ini Mas..... Kalau kamu ambil ...."

Sembari mendengarkan ia berpendapat tentang penelitianku, aku pun mencatat tiap detil yang ia sebutkan. Tak lupa ku bubuhi nama dospem dan tahun seperti quotes di IG.

Aku tercerahkan. Aku senang. Mengapa? Anggapan yang ada di kepalaku nyatanya tak selalu benar. Ini hanya ketakutan yang tak berarti, harus dikalahkan dan dijauhkan.

Sekarang, saatnya aku memperbanyak literasi dan mulai menyusun judul kembali sekaligus menyusun BAB I hingga III sebagai syarat sempro.

Inginku, Desember bulan depan, aku ingin sempro. Januari aku ingin sidang. Mungkin terdengar utopis, tapi aku ingin lakukan ini. Ada hal yang menunggu soalnya hehehe. Maka itu, aku harus lekas-lekas menyelesaikan skripsi ini.

Wisuda April tak apa, yang penting aku bisa sidang awal tahun depan. Sesegera mungkin aku pindah ke Jakarta dan berkarir disana. Bismillah, lancarkanlah. Aamiin.

Photo by zoe pappas from Pexels

0 comments:

Post a Comment

Kontak

Blogger

Malang - Indonesia

Email :

mirzaronasari@gmail.com