Hai!

Aku Mirza Bareza Penulis Podcaster

Karya Business Inquiries

Skill

Kepenulisan
Video Editing
Photography
AKU

Mirza Bareza.

Penulis dan Vlogger

Jurnalistik adalah pintu yang mengantarkanku mengenal desain grafis, video editing dan segala hal tentang ilmu komunikasi. Dedikasi tersebut pun membuahkan gagasan Startup Open Online Courses bernama JadiJurnalis.com

Pengalaman sebagai Ketua Bidang Media dan Komunikasi di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Renaissance FISIP UMM dan Reporter di Public Relation and Anything Regarding Protocol of UMM membawaku lebih dalam menjelajahi dan mencintai dunia kepenulisan.

Ragam Tulisan

Review

Review produk berbagai macam hal dan keperluan

Jumat Sharing

Topik-topik hangat dan berbagai hal yang barangkali bermanfaat

Monday Energy

Tulisan rutin tentang semangat menjalani hari Senin

Catatan Singkat

Catatan penggugah ghirah menggapai cita dan harapan

Karya

Cerita Skripsi #3


Drama skripsi masih terus berlanjut. Belum bimbingan lagi, aku harus mencari banyak data untuk membuat judul dan arah penelitian baru. Semuanya tentu sangat ribet. Mulai dari mengumpulkan jurnal, data nama-nama LPM, mengklasifikasikan karakter masing-masing LPM dan banyak lagi.

Tentu semua ini harus dicatat dengan baik, agar terdokumentasi dan tidak hilang. Aku menyimpan semua softfile skripsiku di cloud. Pertama, aku khawatir jika terjadi apa-apa dengan laptopku ke depan. Kedua, lebih fleksibel untuk dibuka di mana-mana, terutama ketika hendak ngeprint. Ketiga, yaaaa karena aku sering mendengarkan banyak cerita kakak kelas yang kehilangan laptop, laptopnya rusak hingga filenya hilang mendadak.

Untuk membantu mengumpulkan data, aku mencoba mencari beberapa catatan digital. Merknya macam-macam. Ada Evernote, iWrite dan masih buuuuanyak!

Tapi.. Aku jatuh hati pada OneNote. OneNote ini membantuku mengumpulkan berbagai data. Yang lebih menyenangkan lagi adalah, ada tools yang bisa mengkliping secara langsung rujukan online yang ingin kita simpan. Pemakaiannya juga sangat mudah.

Bisa digunakan di smart-phone dan laptop. Jadi sewaktu-waktu hendak berdiskusi, aku tinggal membuka smart-phone atau laptop. Praktis banget!

OneNote! Anjaaaaay!

Semoga pengumpulan berbagai sumber bacaan dan rujukan bisa lancar. Semoga aku pula dapat menyelesaikan tugas akhirku ini. Ingin cepat rasanya selesai dan memulai kehidupan baru pasca kuliah yang katanya lebih berat serta penuh tantangan.

Bismillah~

Alasan Kenapa Cangkem Kita Suka Ngomongin Orang Lain



Pada dasarnya kita sebagai manusia sangat gemar mengukur diri sendiri melalui percakapan yang kita lakukan dengan orang lainnya. Selain itu, kita juga begitu senang ketika membicarakan perihal yang dilakukan bahkan yang akan dilakukan orang lain. Biasanya hal ini lebih akrab dikenal dengan istilah gosip atau “cocote tonggo”. Lalu mengapa kita begitu suka dengan gosip?

Mari kita lihat keseharian kita. Mulai bangun tidur, pastinya kita lebih akrab dengan smart-phone dari pada sikat gigi dan air. Entah dengan alasan melihat jam, meng-check chat doi semalam atau cuman sekedar buka menu lalu back dan lock kembali.

Ngomong-ngomong, karena kita begitu akrab dengan smart-phone coba deh kita lihat akun apa saja yang kita follow. Bisa dipastikan kita mengikuti satu bahkan lebih akun yang secara cepat mengabarkan berbagai hal. Mulai dari kecelakaan, pengumuman, pengaduan hingga lawakan ringan. Nama-nama akun tersebut pun juga beragam. Ada yang diawali dengan kata info, news sampai terkini. Kontennya tentu saja beragam. Hal-hal ter-update biasanya yang dimuat.

Jaman sekarang, kita tahu suatu hal bukan dari orang tua, teman atau kanal berita mainstream. Ya… Dari beranda kita. Ketika ada sebuah informasi baru, kita tentu saja akan merasa lebih tahu dari yang lainnya. Walaupun kita belum tahu lengkap tentang kejadian tersebut. Yang penting, tahu dan sebar dulu. Masalah bener enggaknya kan bisa klarifikasi.

Sedang marak, klarifikasi-klarifikasian dan pamit-pamitan. Enggak ada salahnya, kok. Sebenarnya, kita bisa meminimalkan sikap klarifikasi ke publik dengan mengkonfirmasi secara pribadi terlebih duhulu. Kita cek dulu apa benar berita tersebut, bagaimana kronologi kejadian tersebut, dll. Mengapa kita jarang melakukan sikap konfirmasi terlebih dahulu? Karena ada efek yang yang hendak digapai. Apa itu? Hero. Ya kan? Ketika kita menyebarkan informasi terlebih dahulu dari pada yang lain, kita merasa lebih tahu terlebih dahulu. Artinya, kita lebih tahu, maju, berwawasan luas hingga memiliki kamampuan advanced dalam penguasaan media.

Kembali lagi pada alasan mengapa kita suka bergosip. Hal ini pernah diteliti oleh seorang dosen Ilmu Komunikasi UMM yang kemudian disusun menjadi jurnal ilmiah Pemahaman Media Literacy Televisi Berbasis Personal Competences Framework. Sugeng Winarno dalam penelitiannya menemukan jika objek penelitiannya, yakni ibu-ibu masih memiliki kemampuan melek media di level basic dalam menonton acara infotainment di TV. Artinya, kemampuan para ibu-ibu dalam mengoperasikan media tidak terlalu tinggi. Juga kemampuan dalam menganalisa konten media tidak terlalu baik serta kemampuan berkomunikasinya lewat media terbatas.

Setidaknya setiap orang harusnya memiliki Personal Competences yang terdiri dari dua hal yakni Technical Skill dan Critical Understanding. Technical Skill berhubungan dengan bagaimana kita menguasai media dan segala tools-nya. Critical Understanding terkait dengan daya analisis dan evaluasi terhadap konten yang diproduksi suatu media. Rupanya dengan melihat fenomena akhir-akhir ini, banyak dari kita masih berada pada level basic di bawah level medium dan advanced yang mapan dalam bermedia.

Ketika kemampuan kita dalam menguasai media begitu rendah, tentu saja kita mudah terombang-ambing dengan berbagai kabar angin karena kita tidak memiliki kemampuan analisis yang baik. Kita hanya mengedepankan heroisme dalam penyebaran berita. Pengakuan diri yang ingin kita raih terlalu naif dengan cara tersebut. Seandainya saja kita mau sedikit repot mengkonfirmasi segala berita yang hendak kita konsumsi dan sebarkan demi kebaikan bersama pasti dunia kegaduhan di negara +62 kita ini akan lebih subtantif.

Bergosip yang lekat dengan istilah digosok makin sip, telah lama menguasai kita. Gosip nampaknya akan musnah ketika kita mau mencari tahu dan meghormati privasi orang lain. Namun, selama media sosial dengan beragam fasilitas kepo dan mental kita yang demikian, jangan heran bergosip akan terus hidup, faktor habisnya kuota berharga dan tentu syajah waktu kita bersama keluarga, kerabat hingga Tuhan YME.

Web Series - Jatuh Bangun Skripsi


Awalnya, ini hanyalah sebuah konten untuk menghibur mahasiswa yang tidak pulang kampung ketika libur lebaran tiba. Namun, perlahan-lahan video ini terus difollow-up menjadi sebuah Web Series yang diatayangkan untuk memeriahkan tiap kali wisuda digelar. Selama hampir satu setengah tahun aku menjadi Part Time di Humas UMM. Disitulah aku menjadi bagian kecil yang membuat hingga menjadi talent dadakan. Ini salah satu konten video bersambung yang ditayangkan UMM melalui kanal Youtube dan Instagramnya.

Mudah-mudahan suka :D

EPISODE 1

EPIDOSE 2

EPIDOSE 3

EPISODE FINAL - 4

Kontak

Blogger

Malang - Indonesia

Email :

mirzaronasari@gmail.com