Tuesday, December 18, 2018

Awik! Jangkrik Kon

Judul tersebut adalah ungkapan cintaku pada segenap ketua bidang dan bidang umum (kabidum) IMM Renaissance FISIP UMM 2018/2019.

Menjadi ketua bidang adalah kesiapan. Siap apapun dan kapanpun. Sama seperti malam ini.

Jarum jam menunjukkan pukul 01.30. Nyenyakku diusik sebuah tangan gelisah milik ketua bidang kader, Awik panggilannya.

Ini sudah menjadi kebiasaan kami semua. Seringkali, ketika ada sesuatu yang urgen dan mesti mendapat keputusan cepat maka semuanya akan berkumpul.

Semua akan dibangunkan. Terlihat kejam memang. Namun inilah faktanya mengemban amanah.

Terbesit mungkin dibenak teman-teman, kenapa tidak besok saja, kenapa seolah-oleh harus memaksakan waktu?

Ya memang terlihatnya lebih praktis dikerjakan dan dibicarakan keesokan harinya. Namun, bila anda tahu, tabel mlnitoring (perencanaan) kegiatan kami sudah padat sejak awal hingga akhir periode. Lengkap dengan jamnya.

Inilah yang menjadikan kami harus memanfaatkan sunyi dan damainya angin malam dengan tetap terjaga.

Tak jarang dari kami memang sambil menahan-nahan kantuk. Ketika tertangkap basah "ketiduran", satu sama lain selalu memastikan untuk tetap terjaga.

Pagi hingga sore adalah waktu efektif akademik. Dan malam adalah waktu efektif berorganisasi. Terlebih kami di jajaran ketua bidang, harus "stay" 24 JAM.

Ketika tidur, waktu santai dan lainnya perlu dinegasikan sementara, maka inilah yang mesti dihadapi. Tanggung jawab.

Berat menjadi aktivis itu. Besar halangan dan rintangannya. Dibuat bimbang di setiap ujung tanduk pengambilan keputusannya. Dan tentu "serasa" kurang waktu untuk memperhatikan diri.

Tetapi, dibalik semua beratnya menjadi seorang aktivis, ada sebuah keniscayaan yang tak mungkin didapatkan oleh mahasiswa lainnya.

Tiap keselarasan teori dan praktek adalah sebuah doa yang teruntai indah. Tiap inisiatif aktif adalah air mata berlinang yang diteteskan tiap malam kepada Sang Penguasa. 

Tiap komitmen untuk terus bergaris massa layaknya zuhud dalam hidup Rasulullah. Kolektif kolegial adalah wujud keistiqomahan dalam menjalani tiap-tiap amanah bersama-sama. Terkahir, kritik oto kritik menjadi pondasi sekaligus cermin disetiap jengkal perputaran roda kehidupan berorganisasi.

Sekali lagi aku ingin mengatakan, Rek, jangkrik on! Suwun! 

1 comments:

Kontak

Blogger

Malang - Indonesia

Email :

mirzaronasari@gmail.com