Gara-gara Claude Jadi Balik ke Masa 2009

Tahun 2018 kayaknya tahun terakhir aku utak-atik kode HTML di Blogger. Setelah itu nggak pernah aku sentuh sama sekali. 8 tahun kemudian, AI dimana-mana. Semua serba AI. Munculah beberapa kali di beranda Threads-ku. Postingan itu isinya kira-kira gini:

Kalian yang pakai Claude, tunjukin hasil-hasilnya dong

Karena aku termasuk kaum penasarin, ku klik lah. Duaaaar. Hasil utak-atik mereka pakai Claude pada canggih-canggih. Gak masuk akal bahkan. Semakin penasaran aku dengan AI yang namanya Claude ini. Aku coba daftar sampai download appsnya di Windows. KETAGIHAN!

Pas bikin project dummy buat program kantor kok rasanya nagih. Kayak kembali ke era 2009. Duduk di warnet paket 5000 buat 2 jam. Terus puter lagu Walau Habis Terang dan buka tutorial Blogger dari Dimas Abi Galoga. Nah itu rasanya! 

Awalnya bikin web dummy bener-bener pakai html aja. Terus, aku mulai mendalami Claude ini di Threads. Lihat percakapan orang-orang sambil belajar istilah-istilah asing dari mereka. Maklum, aku bukan anak IT. Cuma anak komunikasi yang doyan utak-atik beginian.

Ternyata makin seru! Aku mulai ngeracunin temen-temen kantor. Mulai dari Mbak Nita (SPV-ku), Sandi, Nadir. Mulai tuh mereka ikut penasaran. Terus, Vivi juga mulai ikutan. Habis itu entah gimana ceritanya, kami difasilitasi buat langganan Claude Pro yang $20 sebulan.

Nah, tambah lah rajin kita ngoding. Sampai akhirnya, aku diminta coba bikin beberapa sistem dengan web base untuk kantor. Terutama untuk kebutuhan masing-masing. Nah, lomba ala-ala ngoding lah. Rebutan limit sampai janjian masing-masing dari kami pakai jam berapa sampai jam berapa. Biar nggak keos wkwk.

Mungkin ada yang bertanya-tanya, bikin web pakai AI pasti gampang dong. Iya memang kita nggak 100% ngoding kok. Tapi, kami tetap harus belajar bahasa teknis, alur dan logika sistem yang mau dibuat dan bisa retouch hasil dari AInya. Di momen inilah kami mulai ngerti istilah PRD, BRD dan ERD. Intinya ini dokumen yang bantu AI bangun arsitektur web kita. Jadi dia nggak nanyaaaak mulu. Kita udah kasih blueprint itu. 

Tapi memang, agak ribet di depan. Karena harus nyusun konsepnya dulu, terus alur logikanya. Gitu-gitu deh. Kira-kira sebulanan lah, kami bertiga berhasil bikin something. Aku bikin Dashboard buat KOL Specialist, Sandi bikin Design Tracker dan Nadir bikin Dashboard Ads.

Di saat semuanya sudah sampai 90% mau selesai, tiba-tiba Mbak Nita dan Vivi (dua SPV) minta kita presentasi ke A1. Ya. Yang punya tempat ane gawe. Udahlah disuruh presentasi. Selesai. Besoknya, kami bertiga dikasih semacam penghargaan atas inisiatif ini. 

Penghargaan itu bukan tujuan utama.Tapi meringkas pekerjaan dan merapikannya jauh lebih penting buat kami. wkwk. Begitulah. Momen utak-atik HTML yang akhirnya juga memperkenalkanku lebih jauh tentang JSON, Node JS, Vercel, GitHub dsb. Walaupun belum dalam. Tapi mulai ngerti arti teknis-teknis itu serta bisa menerapkannya sudah cukup banget di awal ini. Thanks, umur 29-an yang masih mau dan punya bahan bakar cukup untuk ngulik ini semua.

0 komentar

Tulis komentar